PENINGKATAN KUALITAS JASA LAYANAN INFORMASI PERPUSTAKAAN
June 17th, 2008
I. PENDAHULUAN
Perpustakaan sebagai sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang jasa layanan informasi perlu menyadari bahwa kondisi di era kompetisi saat ini akan sangat berpengaruh terhadap keberadaannya. Pesatnya perkembangan jasa layanan informasi yang menggunakan teknologi informasi menuntut lembaga perpustakaan untuk dapat terus bertahan atau survive bahkan diharapkan mampu bersaing. Untuk dapat memiliki daya saing yang tinggi maka diperlukan peningkatan kualitas layanan informasi di perpustakaan.
Sebuah lembaga perpustakaan dapat dikatakan baik, jika perpustakaan tersebut memenuhi beberapa criteria diantaranya adalah koleksi yang relevan, aktual dan akurat; tenaga atau SDM yang berkualitas dan professional; sistem pelayanan yang cepat dan tepat; dan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Perpustakaan juga dapat dikatakan berhasil jika keberadaan perpustakaan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penggunanya.
Perpustakaan seharusnya tidak lagi berorientasi pada pengelolaan bahan pustaka saja tetapi lebih dari itu yaitu berorientasi pada penggunanya. Perpustakaan yang berorientasi pada layanan pengguna akan membuat produk yang disediakan selalu up date, SDM yang ada bekerja secara profesional serta memberikan pelayanan terbaik bagi penggunanya. Dengan demikian perpustakaan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan bahan pustaka dan layanan peminjaman tetapi menjadi sumber layanan informasi yang dibutuhkan masyarakat. Untuk itu diperlukan upaya pengoptimalan layanan yang ada baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Kualitas pelayanan berhubungan dengan sikap petugas yang profesional, prosedur atau tata cara yang mudah serta suasana perpustakaan yang menyenangkan. Segi kuantitas pelayanan meliputi jenis dan banyaknya pelayanan yang dapat diberikan kepada penggunanya.
Perpustakaan sebagai lembaga pelayanan mempunyai pengguna tersendiri yang membutuhkan layanan yang baik dan memuaskan. Kepuasan pengguna akan mempengaruhi perilakunya terhadap produk yang disediakan oleh perpustakaan. Pengguna akan merasa puas jika kebutuhan informasi yang diperlukan terpenuhi.
II. PEMBAHASAN
Perpustakaan yang berkualitas akan diminati dan dikunjungi oleh penggunanya karena mampu memberikan pelayanan yang memuaskan. Untuk mewujudkan hal itu perlu diperhatikan tiga faktor utama yang mempengaruhinya yaitu pustakawan, fasilitas dan pelayanan.
A. Pustakawan atau Sumber Daya Manusia
Pustakawan adalah seorang yang melaksanakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu pengetahuan, dokumentasi dan informasi yang dimilikinya melalui pendidikan. Pustakawan Indonesia yang ideal telah memenuhi persyaratan yaitu dari segi aspek profesional maupun aspek kepribadian dan perilaku. Aspek profesional artinya bahwa pustakawan Indonesia memiliki pendidikan formal ilmu pengetahuan. Selain itu juga dituntut gemar membaca, terampil, kreatif, cerdas, tanggap, berwawasan luas, berorientasi ke depan, mampu menyerap ilmu lain, objektif dan lain-lain. Sedangkan aspek kepribadian dan perilaku meliputi bertaqwa kepada Tuhan YME, bermoral Pancasila, mempunyai tanggung jawab social dan kesetiakawanan, memiliki etos kerja tinggi dan lain-lain.
Dengan memiliki latar belakang pendidikan di bidang perpustakaan dan informasi, pustakawan minimal dapat mengimbangi kebutuhan pengguna yang bergerak dalam berbagai bidang didisplin ilmu. Selain itu pustakawan perlu mempunyai kemampuan :
1. Berkomunikasi yang baik sehingga dapat mengidentifikasikan keperluan informasi pengguna.
2. Dapat berbahasa asing khususnya Bahasa Inggris sehingga mempermudah hubungan atau komunikasi internasional.
3. Mengembangkan teknik dan prosedur kerja dalam bidangnya.
4. Mampu melaksanakan penelitian di bidang perpustakaan untuk menentukan inovasi baru sebagai alternatif pemecahan masalah.
Kemampuan lain yang harus dimiliki oleh pustakawan di era informasi ini antara lain :
1. Bersikap terbuka terhadap pengalaman dan penemuan baru
2. Senantiasa siap untuk menerima perubahan
3. Memiliki kepekaan yang baik terhadap lingkungan kerja maupun dirinya
4. lebih banyak berorientasi ke masa kini dan akan datang
5. Yakin adanya potensi dalam dirinya
6. Tidak pasrah pada nasib dan peka terhadap perencanaan
7. Menyadari dan menghormati hak dan kewajiban pihak lain.
Kemampuan pustakawan yang profesional selain cermat juga harus aktif dan proaktif dalam menunjang program-program yang dilakukan oleh perpustakaan. Pustakawan juga harus berusaha untuk :
1. Menjaga agar pengguna kembali berkunjung ke perpustakaan.
2. Menarik simpati pengguna baru agar mau berkunjung ke perpustakaan
3. Menghilangkan pandangan yang keliru tentang prosedur, image dan layanan perpustakaan.
4. Mampu membiayai operasional layanan yang berkualias.
5. Meningkatkan kinerja seluruh staf perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pengguna sehingga memperoleh feed back yang positif.
Komitmen tersebut hanya dapat dilakukan dengan melibatkan seluruh staf dalam perencanaan program-program perpustakaan. Pimpinan perpustakaan juga harus mampu mengembangkan perilaku positif diantara staf perpustakaan. Hal-hal tersebut akan memungkinkan perpustakaan :
1. Menciptakan suasana welcoming bagi pengguna
2. Menjaga arus pengguna supaya tetap atau bahkan meningkat
3. Memberikan layanan yang lebih pribadi
4. Berkomunikasi efektif dan terhormat
5. Mengubah keluhan menjadi kepuasan pengguna
6. Mendapatkan informasi tentang pilihan atas layanan dan minat pengguna terhadap layanan yang diberikan oleh perpustakaan.
Perkembangan informasi dan teknologi yang berakibat pada peningkatan kebutuhan dan perilaku pengguna perpustakaan harus dapat diimbangi oleh pustakawan dengan peningkatan kualitas layanan dan bentuk informasi yang disajikan. Pustakawan harus mampu menjadi manajer di mana ia menjalankan fungsi keprofesionalannya. Seorang pustakawan harus dapat menciptakan kredibilitas pengguna. Semakin tinggi kualitas pustakawan, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan pengguna.
Dalam rangka menjalankan profesinya seorang pustakawan harus memiliki kepribadian. Kepribadian tersebut adalah kepribadian yang superior, artinya suatu bentuk kepribadian yang didambakan banyak orang karena outputnya selalu berorientasi pada perbaikan-perbaikan kualitas kehidupan. Maka tepatlah jika pustakawan harus memiliki kepribadian superior ini. Adapun karakter kepribadian superior meliputi :
1. Pertahanan Ego
2. Percaya Diri
3. Rela Berkorban
4. Kesabaran
5. Idealistik
6. Tepat Janji
7. Inovatif
B. Pelayanan
Pengertian pelayanan bahwa layanan merupakan suatu aktifitas yang tidak berwujud dan yang memberikan suatu tingkat kepuasan bagi pemakai jasa tersebut tetapi tidak dapat disimpan atau dipindahkan. Kepuasan pengguna merupakan respon setelah pengguna membandingkan pelayanan yang dirasakan dengan pelayanan yang diharapkan.
Sedangkan kualitas layanan yaitu kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Kualitas layanan merupakan persepsi pelanggan terhadap keunggulan suatu layanan. Kualitas pelayanan dapat dibagi menjadi lima dimensi yaitu :
1. Tangibles ( bentuk fasilitas fisik) Penampilan dan kemampuan sarana prasarana fisik harus dapat diandalkan.
2. Reliabilitas (kehandalan)
Kemampuan memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya.
3. Responsivitas (tanggapan)
Keinginan pustakawan untuk membantu pengguna dan memberikan pelayanan dengan cepat serta mampu mengatasi masalah yang timbul secara profesional.
4. Jaminan
Pengetahuan dan kemampuan pustakawan serta keramahan dalam melaksanakan tugas dapat menjamin pelayanan yang baik, sehingga menimbulkan kepercayaan dan keyakinan pengguna.
5. Empati
Memberikan perhatian yang bersifat individual kepada pengguna dan berusaha untuk memahami keinginan dan kebutuhan pemakai.
Layanan Prima atau berkualitas merupakan suatu hal yang prinsip karena keberhasilan pelayanan merupakan salah satu indikator keberhasilan perpustakaan dalam menjalankan fungsi dan tugas kelembagaannya. Layanan yang baik merupakan aset penting dalam dunia pelayanan perpustakaan.
Pelayanan prima adalah suatu sikap atau cara petugas perpustakaan dalam melayani customer secara memuaskan.Secara garis besar pelayanan prima mengandung empat unsur pokok yaitu :
1. kecepatan
2. kebenaran
3. keramahan
4. kenyamanan
Keempat unsur tersebut merupakan suatu kesatuan layanan yang terintegrasi, sehingga pelayanan tidak dapat dikatakan prima jika salah satu unsur tidak terpenuhi.
C. Fasilitas
Fasilitas perpustakaan akan diamati dari luas dan kenyamanan ruang atau gedung serta kelengkapannya. Selain itu juga kualitas perabot dan perlengkapan serta ketersediaan perangkat teknologi informasi maupun kemutakhiran koleksi yang dimiliki perpustakaan. Perpustakaan juga harus menyediakan informasi berbentuk digital serta mengembangkan catalog on line untuk memudahkan dalam temu kembali informasi.
Informasi yang berkualitas memiliki beberapa syarat antara lain :
1. Ketersediaan
Tersedianya informasi merupakan syarat mendasar dan mudah diperoleh bagi pengguna.
2. Relevan
Informasi yang diperlukan adalah benar-benar relevan dengan permasalahan misi dan tujuan organisasi.
3. Bermanfaat
Informasi harus bermanfaat bagi pengguna baik perorangan maupun organisasi.
4. Tepat waktu
Informasi yang tersedia tepat pada waktunya
5. Akurat
Informasi harus jelas, bersih dari kesalahan serta akurat mencerminkan makna yang terkandung dari data pendukungnya.
6. Keandalan
Informasi harus diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan kebenarannya.
Perpustakaan digital adalah perpustakaan yang sebagian besar koleksinya dalam bentuk digital. Konsep koleksi digital tersebut berlawanan dengan koleksi perpustakaan sebelumnya yang hanya mengenai materi tercetak kemudian menyusul materi dalam bentuk mikro dan akhirnya bentuk audio visual. Konsep pengembangan ke arah perpustakaan digital meliputi langkah-langkah antara lain :
1. Pengorganisasian koleksi perpustakaan
2. Persiapan ke arah otomasi perpustakaan
3. Penerimaan materi digital yang dapat diakses dari internet
4. Pengembangan perpustakaan digital
5. Upaya menjembatani kesenjangan digital
III. PENUTUP
Semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa perubahan pada masyarakat dan individu. Oleh karena itu akan mempengaruhi perilaku masyarakat dalam memperoleh informasi.
Kualitas pelayanan selalu diperhatikan dan dirasakan oleh pengguna, sehingga menimbulkan suatu sikap tertentu dari pengguna terhadap perpustakaan. Persepsi pengguna ini harus diketahui oleh perpustakaan untuk bahan dasar evaluasi terhadap fasilitas dan pelayanan yang dilakukan. Apakah telah memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna ataupun belum. Kualitas jasa pelayanan dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya sikap petugas, komunikasi, sumber daya fisik dan material informasi.